#12 Tugas Buat UAS: Sepuluh Paradox

“You do well in school?”
“Yeah.”
“Good. So did I. They call that a paradox.”

Di tugas kali ini kita disuruh ngebahas dan ngasi pendapat tentang sepuluh paradox orang kreatif yang dibahas sama Mihaly (entah siapa itu).

Seperti biasa, gw bakal ngambil referensi besar-besaran dari Blog temen-temen gw alias ngeliat kerjaan mereka dulu biar gampang ngerjainnya. Tapi yang jelas gw nggak bakal plagiat. Serius.

Oh, dan gw lagi agak males pake English. Indonesia aja yak.

Yuk ah, kita mulai.

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

Hee. Agak beda sama temen-temen gw, disini gw nangkep kalo…

ORANG ORANG KREATIF ITU MALES!!!

Energinya banyak tapi nggak mau ngapa-ngapain! Dan sejauh yang gw liat selama gw hidup di muka bumi ini, emang ada benernya. Anak-anak kreatif yang gw kenal tuh hampir semua anak-anak pemales… daya pikirnya kreatif banget tapi males kerja. Emang sih, energinya keliatan pas mereka udah niat dan termotivasi buat kerja, tapi agak susah nyuruh mereka sampe ke situ…

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

Gw ngga ngerti. Kenapa pinter sekaligus naif di saat yang bersamaan tuh tergolong paradox? Kenaifan seseorang kan ngga ada hubungannya sama betapa pinternya dia… ugh.

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Orang-orang kreatif emang gila. Mereka nggak bisa diatur sestrict itu, mesti dikasi kebebasan. Kedisiplinan mereka justru muncul kalo mereka ada di situasi yang fun.

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Gw juga nggak ngerti kenapa ini bisa dibilang paradox. Kalo cuma muter-muter di antara imajinasi sama realita mah gw juga bisa… dan gw orangnya nggak kreatif-kreatif amat.

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Ini artinya orang-orang kreatif adalah orang-orang yang fleksibel. Buat contoh ada nih satu temen gw yang menurut gw  orangnya kreatif. Gw ngga mau nyebut nama (asyik abis ngga si disensor-sensor gitu, kayak korban penganiayaan aja), yang jelas anak ini salah satu anak paling kreatif di kampus gw dah.

Temen gw ini benar-benar ngegambarin apa yang namanya extrovert sekaligus introvert. Dia bisa aja seharian nggak keluar kamar, mandek di depan komputernya sendirian maen game. Tapi dia bisa juga ngelayap semaleman bareng temen-temennya, nonton film trus ngedugem ampe pagi. Dengan kata lain, dia bisa nyaman dalam kesendirian maupun keramaian, dan nggak terikat di salah satu diantaranya. Dia nggak bisa dibilang anak introvert maupun extrovert. Itulah yang namanya anak kreatif.

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Humble, soalnya di saat mereka berhasil melakukan atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kreativitas mereka, mereka bakal mikir “Cuma gini doang… semua orang juga bisa… kenapa mereka nggak mikir kayak gw yah…?”

Tapi di saat bersamaan mereka bangga! Soalnya tetep aja mereka nyadar kalo emang mereka yang berhasil!

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Gender role stereotyping… hmm… jadi, orang kreatif berani ngedobrak stereotype gender? Ah, jaman sekarang itu mah udah biasa. Tuh banyak cowok-cowok yang jadi fashion designer… ato ini kali yak yang dimaksud? Oke deh, orang kreatif emang berani ngelangkahin batas-batas gender dalam berkarya.

8. Creative people are both rebellious and conservative.

BENER BANGET!

(udah gitu doang)

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Sebuah hal yang sangat mudah dilihat di sutradara-sutradara film (sebuah profesi yang sangat mengandalkan kreatifitas). Mereka benar-benar total dan terobsesi dengan pekerjaannya (dalam hal ini, filmnya), namun mereka akan sangat objektif mengenai hasil akhirnya, terutama saat menanggapi kritik-kritik yang masuk.

Intinya sih, orang kreatif saking peka dan pedulinya sama kerjaannya sampe-sampe mereka sendiri berani dan bisa ngakuin seandainya hasil kerjaan mereka itu kurang bagus.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Gokil! Yang ini gw sama sekali nggak ngerti!

Jadi… keterbukaan sama sensitivity orang kreatif itu mengakibatkan mereka happy, walaupun mereka tau mereka jadi rentan ke ‘suffering’ ama ‘pain’. Walau pun mereka tau itu, mereka tetep cuek, habis mereka pikir semua itu worth-it. Wooh.

Udah ah, gini aja yak. Semoga dirasa cukup oleh Pak Agus yang gokil. Untuk penilaian yaaah nggak mungkin kurang dari A lah yak.

Advertisements

2 Responses to “#12 Tugas Buat UAS: Sepuluh Paradox”

  1. Hanif Basbeth Says:

    bagus lo g sebut nama gw :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: